Select the search type
 
  • Site
  • Web
Search
 

Fasilitas

Dokter Gigi
Mitrasana Online

Berita

23
Lebih Hemat Mencegah, daripada Mengobati

Bagi ibu, kesehatan keluarga adalah hal yang paling penting dalam hidupnya. Jika ada anggota keluarga yang sakit, ibulah yang memiliki tanggung jawab terbesar untuk merawat dan memperhatikan si sakit sebagai ibu yang bijak, tentunya selalu melakukan pencegahan daripada pengobatan. Selain tidak repot, tentu saja lebih hemat bukan?

Salah satu caranya adalah melakukan vaksinasi. Vaksinasi atau imunisasi adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Periode waktu untuk memberi vaksinasi tidak dibatasi, tapi akan lebih baik bila dilakukan sejak dini atau bayi hingga perlindungan telah ada sejak awal masa perkembangan, hal ini disebabkan karena anak-anak lebih rentan terhadap infeksi penyakit dan efek sisa penyakit yang ditimbulkan dapat mempengaruhi anak tersebut hingga dewasa.

Vaksinasi HiB (Hemophilus influenza tipe B)
Vaksin ini berguna untuk mencegah penyakit yang dapat timbul oleh bakteri Hemophilus influenza tipe B, dan kerap menyerang anak-anak seperti : meningitis (radang selaput otak), pneumonia (radang jaringan paru-paru), septicemia (radang dalam darah), epiglotitis (radang pada epiglotis/ anak tekak), arthritis (radang sendi), osteomyelitis (radang sumsum tulang), cellulitis (radang pada sel jaringan),dll. Vaksinasi ini diberikan 3x yaitu pada usia 3 bulan, 4 bulan, 5 bulan dan diulang pada usia 18 bulan.

Vaksinasi Hepatitis B
Vaksin ini berguna untuk mencegah penyakit Hepatitis B, diberikan pada bayi sekitar 3 kali, yaitu pada saat lahir, usia 1 bulan dan usia 6 bulan. Sedangkan pada dewasa juga dilakukan sebanyak 3 kali dengan selang 1 bulan setiap kali vaksinasi. Anak perlu divaksinasi hepatitis B sejak awal karena orang yang terinfeksi penyakit ini sejak muda lebih beresiko kena penyakit kronis dan komplikasi jangka panjang, berupa gagal hati / kanker hati.

Vaksinasi Typhoid
Demam Tifoid adalah penyakit infeksi akut yang disebabakan oleh bakteri Salmonella Enterica Serotype Typhi (S typhi). Sementara demam Paratifoid, penyakit yang gejalanya mirip namun lebih ringan dari demam tifoid disebabkan oleh S paratyphi A, B atau C. Komplikasi yang mungkin terjadi antara lain pendarahan saluran cerna, usus pecah (perforasi) dan ensefalopati tifoid. Pemberian vaksinasi merupakan cara efektif untuk mencegah demam typhoid. Vaksin typhoid dapat diberikan pada usia 2 tahun. Satu kali suntikan menjamin perlindungan terhadap Salmonella paratyphi A dan B. Dan melindungu penyakit ini sekurang-kurangnya 3 tahun.

Sumber : Sanofi pasteur
Posted in: Artikel

Comments

There are currently no comments, be the first to post one.

Post Comment

Only registered users may post comments.